Coiling endovaskular aneurisma otak menjadi pilihan utama pengobatan modern untuk mengatasi pembengkakan abnormal pada dinding pembuluh darah otak. Prosedur ini memasukkan kateter melalui arteri di pangkal paha lalu menempatkan coil platinum kecil di dalam kantong aneurisma. Coil tersebut memicu pembekuan darah sehingga mencegah aliran darah masuk dan mengurangi risiko pecah yang bisa menyebabkan perdarahan otak (subarachnoid hemorrhage/SAH). Dokter merekomendasikan coiling endovaskular aneurisma otak bagi pasien dengan aneurisma yang berisiko tinggi atau sudah pecah karena pendekatannya minim sayatan dibandingkan pembedahan terbuka.
Prosedur ini umumnya dilakukan di cath lab dengan panduan pencitraan real-time. Tingkat keberhasilan awal mencapai 80-90% dalam menyegel aneurisma, dan banyak pasien mengalami pemulihan cepat dalam hitungan hari hingga minggu. Anda bisa menghindari komplikasi besar seperti infeksi luka besar atau pemulihan lama pasca kraniotomi. Namun, pemilihan pasien tetap bergantung pada ukuran, lokasi, dan bentuk leher aneurisma. Selain itu, kemajuan teknologi seperti stent flow diverter semakin memperluas aplikasi coiling endovaskular aneurisma otak pada kasus kompleks.
Apa Itu Aneurisma Otak?
Aneurisma otak muncul ketika dinding arteri melemah dan membentuk kantong seperti balon yang bisa membesar. Kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala hingga pecah. Faktor risiko meliputi hipertensi, merokok, usia di atas 40 tahun, riwayat keluarga, dan kelainan bawaan seperti sindrom polikistik ginjal.
Ketika pecah, aneurisma menyebabkan sakit kepala hebat mendadak, muntah, leher kaku, hingga koma. Prevalensi aneurisma otak mencapai sekitar 3-5% populasi dewasa, tapi hanya sebagian kecil yang pecah setiap tahun. Deteksi dini melalui MRI, CT angiography, atau DSA sangat penting. Dokter menilai ukuran (>7 mm sering lebih berisiko), lokasi (misalnya arteri komunikan anterior atau posterior), dan bentuk (saccular paling umum).
Apa Itu Coiling Endovaskular?
Coiling endovaskular aneurisma otak adalah teknik neurointervensi yang menyegel kantong aneurisma dari dalam pembuluh darah tanpa membuka tengkorak. Dokter memasukkan coil platinum lembut yang melilit dan memenuhi ruang aneurisma. Coil mendorong trombosis sehingga aneurisma terisolasi dari aliran darah utama.
Istilah lain mencakup endovascular embolization atau coil embolization. Berbeda dengan clipping yang menjepit leher aneurisma dari luar, coiling endovaskular aneurisma otak mengakses melalui arteri femoralis atau radialis. Prosedur ini cocok untuk aneurisma dengan leher sempit dan lokasi sulit dijangkau bedah terbuka.
Kapan Diperlukan Prosedur Coiling Endovaskular?
Dokter menganjurkan coiling endovaskular aneurisma otak untuk aneurisma yang belum pecah namun berisiko tinggi pecah, atau kasus ruptured aneurysm (SAH). Kriteria mencakup ukuran besar, pertumbuhan cepat, gejala seperti nyeri kepala kronis atau defisit saraf, serta pasien dengan komorbiditas tinggi yang tidak tahan anestesi umum panjang.
Pada pasien SAH akibat pecah aneurisma, coiling sering dilakukan segera untuk mencegah rebleeding. Tim multidisplin (neurointervensionalis, neurosurgeon, neuroradiolog) menentukan pilihan berdasarkan skor Hunt-Hess atau WFNS. Aneurisma kecil dan stabil kadang dipantau saja dengan imaging berkala.
Langkah-langkah Prosedur Coiling Endovaskular
Prosedur coiling endovaskular aneurisma otak biasanya memakan waktu 2-4 jam di bawah anestesi umum atau sedasi. Pasien berbaring telentang di meja angiografi. Tim mencukur dan membersihkan area pangkal paha, kemudian membuat sayatan kecil 5-6 mm.
Dokter memasukkan sheath ke arteri femoralis, menyuntikkan heparin untuk mencegah bekuan, dan memandu kateter dengan kawat pandu menggunakan fluoroskopi serta dye kontras. Kateter mencapai pembuluh karotis atau vertebralis menuju aneurisma otak. Selanjutnya, microcatheter masuk ke dalam kantong aneurisma.
Dokter mengerahkan coil satu per satu mulai dari ukuran besar lalu lebih kecil hingga packing density optimal (biasanya >20-30%). Coil memicu pembekuan darah di dalam kantong. Untuk aneurisma leher lebar, dokter menggunakan balloon-assisted atau stent-assisted coiling. Akhirnya, tim melakukan DSA kontrol untuk memastikan oklusi baik dan aliran parent vessel tetap lancar. Pasien dipindah ke ruang pemulihan atau ICU untuk monitoring.
Manfaat Coiling Endovaskular
Coiling endovaskular aneurisma otak menawarkan pemulihan cepat karena tidak memerlukan kraniotomi. Pasien sering pulang dalam 1-3 hari untuk kasus unruptured dan kembali bekerja dalam 1-2 minggu. Risiko infeksi luka dan komplikasi bedah terbuka lebih rendah.
Studi menunjukkan outcome baik mencapai 90%+ pada kasus tertentu, terutama ruptured aneurysm. Prosedur minim trauma jaringan otak sehingga mengurangi edema atau kejang pasca operasi. Selain itu, coiling endovaskular aneurisma otak bisa diulang jika perlu tanpa kesulitan besar. Pasien dengan komorbiditas jantung atau paru lebih aman menjalaninya.
Risiko dan Komplikasi yang Mungkin Terjadi
Meski aman, coiling endovaskular aneurisma otak tetap berisiko thromboembolism yang menyebabkan stroke iskemik (sekitar 5-10%). Ruptur intra-prosedural jarang terjadi tapi bisa fatal. Coil bisa migrasi atau recanalization (pembukaan kembali aneurisma) pada 10-20% kasus, terutama aneurisma besar/giant yang memerlukan retreatment.
Komplikasi lain meliputi hematoma di pangkal paha, reaksi alergi kontras, kerusakan ginjal akibat kontras, atau infeksi sistemik. Risiko keseluruhan morbiditas dan mortalitas prosedural rendah (1-5%) pada pusat berpengalaman. Dokter selalu menyeimbangkan manfaat versus risiko berdasarkan kondisi pasien.
Proses Pemulihan Setelah Coiling Endovaskular
Pasca prosedur coiling endovaskular aneurisma otak, pasien berbaring datar 4-6 jam untuk mencegah perdarahan di tempat tusukan. Tim memantau tanda vital, neurologis, dan tanda stroke. Pasien unruptured biasanya pulang hari berikutnya dengan obat antiplatelet (aspirin + clopidogrel jika ada stent).
Pemulihan penuh memakan 1-2 minggu. Hindari aktivitas berat selama periode awal. Follow-up imaging (DSA atau MRA) dilakukan pada 3-6 bulan, 1 tahun, dan seterusnya untuk deteksi recanalization dini. Pasien ruptured memerlukan rehabilitasi lebih intensif tergantung derajat SAH.
Perbandingan Coiling Endovaskular dengan Clipping Bedah
Clipping bedah membuka tengkorak dan menjepit leher aneurisma dengan clip permanen, memberikan oklusi lebih tahan lama (95%+) dan recurrence lebih rendah. Namun, clipping lebih invasif dengan pemulihan 4-8 minggu, risiko infeksi lebih tinggi, dan komplikasi seperti kejang atau defisit saraf.
Coiling endovaskular aneurisma otak unggul pada ruptured aneurysm karena lebih cepat dan aman awalnya (berdasarkan ISAT trial). Pilihan akhir bergantung pada morfologi aneurisma: clipping lebih baik untuk leher lebar atau lokasi MCA tertentu, sementara coiling untuk posterior circulation atau pasien lanjut usia.
Kemajuan Terbaru dalam Pengobatan Aneurisma Otak
Teknologi flow diverter seperti Pipeline, Surpass, atau FRED merevolusi penanganan aneurisma leher lebar dan giant. Stent mesh halus ini mengalihkan aliran darah dari kantong aneurisma sehingga mendorong penyembuhan dinding pembuluh tanpa perlu packing coil padat. Kombinasi dengan coiling endovaskular aneurisma otak meningkatkan tingkat oklusi jangka panjang.
Intrasaccular flow disruptor seperti WEB atau Contour menawarkan alternatif bagi aneurisma kompleks tanpa stent permanen sehingga mengurangi kebutuhan antiplatelet jangka panjang. Perangkat ini terus berkembang dengan material lebih fleksibel dan biokompatibel. Penelitian terkini (2024-2025) menunjukkan penurunan retreatment rate dan outcome klinis lebih baik pada kasus sulit.
Coiling endovaskular aneurisma otak telah berkembang menjadi standar perawatan minim invasif yang menyelamatkan nyawa. Prosedur ini memberikan oklusi efektif, pemulihan cepat, dan risiko relatif rendah ketika dilakukan oleh tim berpengalaman di fasilitas lengkap. Meski demikian, setiap kasus unik sehingga konsultasi dengan neurointervensionalis sangat diperlukan untuk menentukan pendekatan terbaik.
Jika Anda atau keluarga menghadapi diagnosis aneurisma otak, segera diskusikan opsi coiling endovaskular aneurisma otak dengan dokter spesialis. Deteksi dini dan penanganan tepat waktu dapat mencegah komplikasi fatal. Pilih pusat kesehatan terpercaya yang memiliki pengalaman tinggi di bidang neurointervensi.
Coiling endovaskular aneurisma otak merupakan terobosan penting dalam neurologi modern yang menggabungkan presisi teknologi dengan keselamatan pasien.

