Film TYGO yang dibintangi Lisa Blackpink membuat kawasan Kota Tua Jakarta ramai dibicarakan. Lokasi syuting film Lisa Blackpink di Kota Tua Jakarta terpusat di Gedung Jasindo, bangunan heritage kolonial yang strategis. Proses pengambilan gambar berlangsung pada akhir Januari 2026 dan berlanjut Februari. Banyak penggemar ingin tahu detail tempat ini serta cara mengunjunginya.
Kota Tua menawarkan latar sempurna dengan arsitektur Belanda klasik. Gedung Jasindo berdiri tepat di samping Cafe Batavia dan menghadap Museum Fatahillah. Syuting ini melibatkan rekayasa lalu lintas besar-besaran. Anda bisa datang ke sini untuk melihat langsung suasana yang sama seperti saat Lisa berada di lokasi. Kawasan ini tetap terbuka untuk wisatawan di luar jam syuting.
Artikel ini membahas lengkap film TYGO, sejarah lokasi, dampak syuting, serta panduan praktis berkunjung. Semua informasi berdasarkan fakta terkini dari sumber terpercaya.
Latar Belakang Film TYGO yang Dibintangi Lisa Blackpink
TYGO merupakan film action thriller Netflix dalam universe Extraction. Don Lee memerankan Tygo, mantan tentara anak yang menjadi tentara bayaran. Ia menjalani misi balas dendam di dunia kriminal Korea. Lee Jin-uk dan Lisa Blackpink bergabung dalam proyek ini.
Lisa menjalani peran penting dalam debut film panjangnya. Sebelumnya, ia debut akting di serial The White Lotus season 3. Sutradara Lee Sang-yong mengarahkan skenario karya Cha Woo-jin. Produksi memilih Indonesia sebagai lokasi syuting meski cerita berlatar Korea. Arsitektur kolonial Jakarta cocok mewakili setting tertentu, termasuk kemungkinan stand-in untuk elemen Myanmar seperti yang disebutkan beberapa laporan.
Syuting di Jakarta dan Tangerang memberikan efisiensi produksi. Tim Korea bekerja sama dengan kru lokal. Kehadiran Lisa menambah daya tarik global. Penggemar Blackpink antusias mengikuti perkembangan proyek ini.
Mengapa Kota Tua Jakarta Dipilih sebagai Lokasi Syuting?
Kota Tua menawarkan bangunan bersejarah yang jarang ditemui di tempat lain. Gedung Jasindo dengan gaya Art Deco-nya memberikan nuansa autentik. Tim produksi mencari lokasi yang mirip arsitektur Asia Tenggara era kolonial. Biaya syuting di Indonesia lebih terjangkau dibandingkan negara lain.
Pemerintah DKI Jakarta mendukung kegiatan ini. Gubernur Pramono Anung memberikan tanggapan positif. Kawasan ini mudah diakses namun cukup terisolasi untuk kontrol syuting. Rekayasa lalu lintas memastikan keselamatan kru dan aktor. Selain itu, cuaca Jakarta mendukung jadwal malam hari.
Kota Tua juga menarik karena status cagar budaya. Bangunan-bangunan tua dilestarikan dengan baik. Hal ini memungkinkan visual sinematik yang kuat tanpa banyak modifikasi set. Produser melihat potensi estetika tinggi di sini.
Detail Lokasi Syuting Utama: Gedung Jasindo di Kota Tua
Gedung Jasindo dibangun tahun 1912 sebagai kantor West Java. Bangunan tiga lantai ini pernah menjadi gedung perkantoran tertinggi di alun-alun Fatahillah. Ia memiliki elevator pertama di Indonesia. Arsitekturnya bergaya Art Deco khas era kolonial Belanda.
Lokasinya tepat di seberang Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah. Gedung ini berdiri di samping kiri Cafe Batavia. Struktur betonnya kokoh dengan jendela besar dan detail ornamen klasik. Atap genteng merah dan menara kecil menambah karakter ikonik.
Syuting film Lisa Blackpink di Kota Tua Jakarta menggunakan bagian eksterior dan mungkin interior Gedung Jasindo. Tim memulai pengambilan gambar 28 Januari 2026 pukul 15.00 hingga 29 Januari pukul 06.00 WIB. Jadwal lanjutan berlangsung 1 hingga 7 Februari 2026. Jalan Kunir dan Cengkeh sempat ditutup sementara.
Bangunan ini masih berfungsi sebagai kantor atau ruang preservasi. Akses publik terbatas di luar syuting. Namun, Anda bisa mengagumi fasad dari Lapangan Fatahillah.
Sejarah Lengkap Kota Tua Jakarta sebagai Latar Syuting
Kota Tua awalnya bernama Sunda Kelapa pada abad ke-16. Fatahillah merebutnya tahun 1527 dari Kerajaan Pajajaran dan mengganti nama menjadi Jayakarta. VOC menghancurkan Jayakarta tahun 1619 di bawah Jan Pieterszoon Coen. Mereka membangun Batavia tahun 1620 sebagai pusat perdagangan Hindia Timur.
Batavia dirancang ala Belanda lengkap dengan kanal, benteng, dan tembok kota. Kanal-kanal kemudian diurug karena masalah sanitasi dan wabah. Kota ini menjadi pusat administrasi hingga masa Jepang tahun 1942, saat diganti nama Jakarta. Gubernur Ali Sadikin menetapkan kawasan ini sebagai cagar budaya tahun 1972.
Arsitektur kolonial tetap terjaga di Lapangan Fatahillah, gedung-gedung tua, dan kanal-kanal tersisa. Status heritage membuat Kota Tua ideal untuk produksi film internasional. Banyak kru film memanfaatkan suasana historis ini untuk adegan dramatis.
Dampak Syuting terhadap Lalu Lintas dan Masyarakat Lokal
Polisi menerapkan rekayasa lalu lintas signifikan selama syuting. Jalan Kunir ditutup 28-29 Januari pukul 15.00-06.00 WIB. Jalan Cengkeh ditutup 1-7 Februari pukul 05.00-19.00 WIB. Arus lalu lintas dialihkan melalui Tongkol, Nelayan Timur, Kali Besar Barat, dan Kunir.
Warga sekitar dan pedagang mengalami gangguan sementara. Namun, banyak yang antusias karena kehadiran Lisa Blackpink. Penggemar berbondong-bondong datang meski tidak bisa masuk area syuting ketat. Aktivitas wisata tetap berjalan di luar jam penutupan.
Syuting ini meningkatkan visibilitas Kota Tua secara global. Media sosial ramai membagikan foto dan video lokasi. Dampak positifnya adalah dorongan pariwisata jangka panjang setelah film rilis.
Panduan Praktis Mengunjungi Lokasi Syuting dan Atraksi Sekitar
Anda bisa mengunjungi Kota Tua menggunakan Transjakarta koridor 1 atau 12. Turun di halte Kota Tua atau Museum Fatahillah. Alternatif lain naik MRT hingga Stasiun Kota lalu jalan kaki atau ojek online. Area ini pedestrian-friendly di siang hari.
Kunjungi pada pagi atau sore hari di luar jadwal syuting untuk menghindari keramaian. Beli tiket masuk museum jika ingin eksplorasi dalam. Foto di depan Gedung Jasindo dari jarak aman tetap memungkinkan.
Atraksi terdekat meliputi:
- Museum Sejarah Jakarta di Lapangan Fatahillah
- Cafe Batavia yang legendaris
- Museum Wayang
- Sungai Kali Besar untuk foto kanal
- Pasar Asemka atau Glodok untuk kuliner Cina
Pakai alas kaki nyaman karena area berbatu. Bawa air minum dan sunblock. Hormati aturan cagar budaya seperti tidak merusak bangunan.
Perjalanan Akting Lisa Blackpink hingga Film TYGO
Lisa dari Blackpink mulai dikenal sebagai idol global sejak debut 2016. Ia merilis solo hits seperti LALISA dan MONEY. Karir aktingnya dimulai dengan peran pendukung di The White Lotus season 3. TYGO menandai langkah besar sebagai pemeran utama film aksi.
Penggemar menyambut positif transisi ini. Lisa membuktikan versatility di luar musik. Peran dalam TYGO kemungkinan melibatkan aksi fisik dan emosional mendalam.
Peluang Peningkatan Pariwisata Pasca Syuting di Kota Tua
Kehadiran Lisa Blackpink membawa sorotan internasional ke Kota Tua. Setelah film tayang, wisatawan mancanegara diprediksi meningkat. Pemerintah bisa memanfaatkan ini untuk promosi heritage tourism.
Pedagang lokal berharap omset naik. Event fan meeting atau tur lokasi syuting bisa dikembangkan. Pelestarian bangunan semakin penting agar tetap menarik untuk produksi film berikutnya.
Kesimpulan
Lokasi syuting film Lisa Blackpink di Kota Tua Jakarta berpusat di Gedung Jasindo yang penuh sejarah. Film TYGO menghadirkan nuansa action global di tengah warisan kolonial Indonesia. Kawasan ini kini semakin populer di kalangan wisatawan dan penggemar K-pop.
Kunjungi segera untuk merasakan atmosfer yang sama. Nikmati sejarah, arsitektur, dan kuliner setempat. Lokasi syuting film Lisa Blackpink di Kota Tua Jakarta menjadi destinasi wajib bagi siapa saja yang tertarik budaya dan hiburan.